Thursday, 4 June 2020

Bersyukur (Terimakasih)

Bersyukur sebagai ucapan terimakasih. Kalimat ini sungguh sangat ringan dan mudah diucapkan. Namun, terkadang masih ada orang yang malu-malu berucap terimakasih kepada seseorang yang telah memberikan sesuatu (hadiah) ataupun pujian. Ucapan terimakasih yang di ucapkan akan membangun hubungan yang harmonis terhadap sesama (teman, sahabat, suami, istri, orang tua) karena ia akan merasa dihargai. Ucapan terimakasih ini akan memberikan dampak kebaikan. Maka, haruslah kita bisa membiasakan mengucapkan terimakasih kepada siapun yang telah menolong kita.
Begitu pula, kita harus berterimakasih kepada Sang Kholiq yang telah memberikan beribu-ribu nikmat. Ucapan terimakasih dengan rasa syukur, Alhamdulillah..
Banyak nikmat yang Allah berikan kepada hambanya, jikapun kita mengingatnya daripada ujian yang diberikan kepada hambanya. Kenikmatan yang Allah berikan kepada hambanya tidak kurang, karena Allah memberikan semua yang dibutuhkan hambanya, bukan yang diinginkan hambanya. Maka, jika keinginan kita belum terkabulkan, haruslah berhuznudhon kepada Allah, mengingat kenikmatan lain yang Allah berikan kepada kita. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam surah Ar-Rahman, "Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan". Ayat tersebut mengingatkan mepada hambanya untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan. 
Sebagai makhluk yang diberi akal pikiran harus pandai pandai bersyukur atas semua yang diberikan Allah.
Hablu minallah dan hablu minnas dilakukan secara beriringan..

Sabar

Setiap manusia pasti pernah merasakan mendapatkan ujian dari Allah SWT, disini Allah menguji kesabaran tiap hambanya yang mendapatkan musibah. 
Sabar merupakan suatu kemampuan menahan diri dari emosi, keinginan, serta tidak mengeluh. Inilah esensi dari sifat sabar.  
Ada tingkatan sabar yaitu sabar dalam ketaaan pada suami, sabar dalam kemiskinan dan sabar dalam menerima musibah.  
Sabar itu membutuhkan perjuangan dan pengorbanan, sabar itu tidak mudah untuk dilalui, namun jika mengingat pahala yang didapat dari sabar, maka akan mudah dalam melaluinya. Akan tetapi, kesabaran itu hanya untuk orang-orang yang beriman.
Ketaatan terhadap suami, diuji oleh Allah, karena tidak semua suami akan mengerti keadaan istrinya. Misalkan, ketika suami pulang kerja dalam keadaan lelah, dan meminta istrinya melayani. Sementara istri dalam keadaan lelah karena telah melakukan pekerjaan rumah dan mengurus anak, tetapi istri tetap melayani suaminya tanpa mengeluh. Inilah istri yang taat terhadap suaminya.
Selain itu, Allah menguji makhluknya dalam kemiskinan seperti dalam berumah tangga persoalan ekonomi kerap menjadi momok pertengkaran antara sepasang suami istri. Sebab hidup yang pas pasan serta kondisi ekonomi yang sedang, menimbulkan permasalahan. Akan tetapo permasalahan tersebut tidaklah muncul, jika sabar dalam kondisi kekurangan. 
Allah menguji kesabaran hambanya melalui musibah, baik itu sakit, kehilangan hartanya bahkan kehilangan buah hatinya. Namun, yang perlu diketahui, Allah memberikan ujian terhadap setiap hambanya tidak akan melebihi batas kemampuannya. Jadi, jika mendapatkan ujian dari Allah, hendaknya sabar dan tawakal. InsyaAllah, Allah akan membalas dengan pahala kebaikan.

aku ingin

Aku ingin memiliki rumah sendiri Rumah  hasil kerja keras kami Rumah yang nyaman, tenang, barakah bagaikan istana dalam surga Rumah tempat p...